Selasa, 22 Januari 2019

Buruh Migran Indonesia di Hongkong Tamatan SMP yang Sukses jadi Pebisnis HNI HPAI dan Direktur KHT Hongkong


Para Pejuang Agen HNI yang sudah berperingkat LED ( Loyal Executive Director ) dibisnis HNI tergolong sudah sukses dengan penghasilan rata-rata puluhan juta rupiah setiap bulan. Tentunya ini sesuai dengan perjuangan mereka yang sangat luar biasa dalam menjalankan bisnis HNI tanpa menyerah apalagi putus asa. Yang ada mereka selalu berusaha dan berusaha dalam kondisi apapun mereka tetap tangguh.

Berikut saya menyajikan sharing perjuangan seorang BMI ( Buruh Migran Indonesia ) di Hongkong dalam menjalankan bisnis HNI sehingga bisa sukses meraih peringkat LED.

Hongkong Jauh Berbeda dengan Indonesia


Perkenalkan saya Mutini seorang BMI (Buruh Migran Indonesia). Pernah saya berjanji saat Milad HNI HPAI yang ke-3 saya harus bisa berbicara di depan. Alhamdulillah Bapak Rofik Hananto mengundang saya menjadi pembicara di depan dalam acara Training Akbar Final Sprint 2015 ini.

Tidak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada guru besar saya Bapak Ari Maryadi, Bapak Mahmudin Purwo, Bapak Ahmad Fathoni, Bapak Asep Anang dan Bapak Pajarso. Alhamdulillah saya selama ini didampingi oleh mentor-mentor yang sangat luar biasa.

Rasa syukur yang sangat luar biasa bisa naik panggung Training Akbar HNI HPAI.

Saya akan menceritakan kesuksesaan saya di HNI HPAI. Di Hongkong sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita) tidak seperti ibu-ibu di Indonesia yang bisa keluar merekrut setiap hari. Kalau di Hongkong hanya saat libur saja yaitu hari minggu.

Jika mau menggunakan HP, harus melihat kondisi dan situasi karena dilarang oleh majikan. Pernah saat saya akan melihat grup chat WhatsApp, saya sampai berpura-pura mengelap bawah lemari piring.

Di Hongkong masih banyak yang belum tahu apa itu HNI HPAI. Kebetulan saya admin 15 komunitas One Day One Juz. Dari komunitas-komunitas itu saya mengirim pesan untuk setiap anggotanya.

Waktu itu saya belum menjadi stokis. Untuk berjualan masih meminjam produk dari Ibu Supiati. Di Hongkong banyak sekali bisnis MLM dan kami sebenarnya anti sekali dengan namanya MLM.

Waktu menjadi stokis, saya bayar dengan gaji saya satu bulan. Setelah produk-produk stokis datang, saya pun bingung mau diapakan.

Lalu saya meminta Bapak Ari Maryadi untuk dibuatkan KHT Online dan meminta beliau sebagai mentornya. Jika ada tanya jawab tentang penyakit, saya langsung memberi tahu obat herbalnya lalu saya menawarkan produk HNI HPAI.

Mengembangkan HNI HPAI di Hongkong harus melihat situasi dan kondisi. Jika sampai ketahuan kita berjualan akan langsung ditangkap oleh polisi Hongkong. Untuk bertransaksi tidak melakukan ramah tamah, produk langsung kita berikan dan berpura-pura tidak mengenal satu sama lain.

Begitulah kondisi di Hongkong yang sangat jauh berbeda dengan Indonesia. Jika yang ada di Indonesia tidak memiliki omset yang sangat luar biasa, sangat terlalu!!!

Mutini, LED
00355543
Buruh Migran Indonesia di Hongkong Tamatan SMP yang Sukses jadi Pebisnis HNI HPAI dan Direktur KHT Hongkong

Semoga sharing tersebut bermanfaat untuk memotivasi kita dalam menjalankan bisnis HNI.

Belum menjadi member/Agen HNI ?

Bisnis HNI merupakan peluang usaha/bisnis sampingan/bisnis rumahan/bisnis syariah dengan modal kecil yang terbaik dan terpercaya yang dapat dijalankan secara online maupun offline serta terbukti membayar.


* Daftar bisa mandiri secara online, klik https://hni.id/01181948


* Atau kalau mau lebih cepat langsung lengkapi data diri:


1. Nama (sesuai KTP):

2. Jenis kelamin:

3. Tempat dan tanggal lahir:

4. Nomor KTP:

5. Alamat lengkap + kode pos:

6. Nomor HP:

7. Alamat email:

8. Data bank ( bisa menyusul kemudian ),

* nama bank:

* nomor rekening:

* atas nama (sesuai KTP):


Kirim data diri tersebut 1 s/d 8 ke 
WA 085800327272 atau 
email ke sofyanruhana68@gmail.com


Kemudian transfer Rp 10.000 ke rekening BRI Syariah (informasi melalui WA atau email).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar